Berdasarkan hasil pendataan Stunting tahun 2022 diperoleh data Prevalensi Balita Stunting yang dihasilkan oleh Dinas Kesehatan dan dapat di unduh di sini. Berdasarkan data tersebut diperoleh bahwa Prevalensi Balita Stunting di Kabupaten Madiun pada tahun 2022 adalah 13,13 %, dengan total balita stunting sebanyak 3.925 balita. Dari hasil total balita stunting tersebut terdapat kecamatan yang memiliki prevalensi stunting paling tinggi diantara kecamatan yang lain, yaitu Kecamatan Saradan. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik berikut ini.
Prevalensi Balita Stunting di Kecamatan Saradan mencapai 20,05 %, nilai tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai kabupaten. sehingga perlu adanya intervensi lebih dalam pemantauan hingga penanganan balita stunting di kecamatan tersebut. Sedangkan untuk kecamatan yang mempunyai Prevalensi Balita Stunting paling kecil yakni berada di Kecamatan Madiun dengan hanya sebesar 3,57 %. Hal ini dibuktikan kembali jika dibandingkan dengan jumlah balita stunting yang ada pada masing-masing kecamatan.
Berdasarkan data diatas diperoleh bahwa Kecamatan Saradan merupakan kecamatan yang memiliki jumlah balita stunting paling banyak jika dibandingkan dengan kecamatan lain yakni sejumlah 527 balita. sedangkan kecamatan yang memiliki jumlah balita stunting paling sedikit adalah Kecamatan Madiun yakni sejumlah 63 balita. berdasarkan data tersebut dapat dijadikan motivasi untuk terus menurunkan prevalensi balita stunting khususnya pada wilayah kecamatan yang masih memiliki nilai diatas kabupaten sehingga nantinya prevalensi balita stunting di Kabupaten Madiun juga ikut mengalami penurunan