Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan sehat; pengetahuan, dan kehidupan yang layak. Ketiga dimensi tersebut memiliki pengertian sangat luas karena terkait banyak faktor. Untuk mengukur dimensi kesehatan, digunakan angka harapan hidup waktu lahir. Selanjutnya untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan gabungan indikator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Adapun untuk mengukur dimensi hidup layak digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak. IPM merupakan indeks komposit yang mencakup 3 (tiga) bidang pembangunan manusia yang dianggap sangat mendasar dilihat dari kualitas fisik dan non fisik. Berikut ditampilkan tabel Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Madiun Tahun 2018-2022.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Madiun Tahun 2018-2022
|
URAIAN |
TAHUN 2018 |
TAHUN |
TAHUN |
TAHUN |
TAHUN 2022 |
||
|
TARGET |
REALISASI |
Capaian |
|||||
|
Indeks Pembangunan Manusia |
71,01 |
71,69 |
71,73 |
71,88 |
72,00 (Tinggi) |
72,39 (Tinggi) |
101,79 |
Dari tabel di atas terlihat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Madiun juga mengalami kenaikan pada setiap tahunnya. Namun, pada kurun waktu 3 tahun terakhir IPM mengalami perlambatan terutama tahun 2020. Pandemi COVID-19 telah membawa sedikit perubahan dalam pencapaian pembangunan manusia di Kabupaten Madiun. IPM Kabupaten Madiun tahun 2020 tercatat sebesar 71,73 atau hanya tumbuh 0,06%, melambat dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya, sama halnya dengan tahun 2021 IPM Kabupaten Madiun tumbuh sebesar 0,21%. Tetapi pada tahun 2022 dengan keadaan penyebaran covid yang sudah terkendali dan kegiatan ekonomi mulai berjalan seperti biasa, IPM Kabupaten Madiun mengalami pertumbuhan yang lebih cepat pada tahun 2022 jika dibandingkan tahun 2020 dan 2021 yakni sebesar 0,71%.
Dengan kondisi tersebut besar harapannya bahwa IPM di Kabupaten Madiun bisa terus menunjukan tren yang positif, hal ini menggambarkan bahwa pembangunan di Kabupaten Madiun telah fokus terhadap pembangunan manusianya, sehingga dapat meningkatkan mutu penduduk Kabupaten Madiun sebagai subyek pembangunan.